9 Kesalahan Fatal yang Membuat Karyawan Terbaik Anda Pergi

Kesalahan Fatal yang Membuat Karyawan Terbaik Anda Pergi
14 Februari 2018 OK
Bagikan artikel ini

Asset dalam suatu bisnis bukan hanya database customer, property bisnis tersebut, dan asset berupa berbagai macam bisnis Anda. Tapi asset yang satu ini seringkali di anaktirikan oleh perusahaan, padahal jika tidak ada asset ini maka semua working process didalam bisnis tersebut akan mati total. Asset ini adalah karyawan Anda sendiri, dimana asset ini bukanlah benda mati seperti property. Karyawan merupakan asset berupa mahkluk hidup yang memiliki kompleksitas didalam dirinya.

Sebuah penemuan yang cukup unik oleh University of California adalah karyawan yang memiliki motivasi yang bagus adalah orang yang memiliki tingkat produktivitas 31% dan tingkat penjualan yang berhasil 37% lebih tinggi. Mereka juga memiliki 87% kecenderungan untuk tidak keluar dari pekerjaannya. Penelitian juga menunjukkan 70% motivasi pekerja berasal dari manajer masing-masing.

Kesalahan Fatal yang Membuat Karyawan Terbaik Anda Pergi

1.’Kerja Rodi’

Prinsipnya semakin banyak waktu kerja yang dilakukan oleh seorang pekerja, maka tingkat produktifitas akan semakin bertambah. Namun kenyataan yang terjadi adalah setiap pekerja memiliki batas maksimal waktu kerja tiap hari, minggu dan bulanan. Jika Anda harus menambah waktu kerja pekerja yang memiliki performa baik, maka sebaiknya Anda harus menaikkan status mereka agar dapat bekerja lebih masif.

2. Tidak mengapresiasi kontribusi & menghargai keberhasilan

Setiap pekerja akan memiliki masa dimana mereka akan perform dan terus meningkatkan produktivitas mereka. Anda harus mencari tahu apa yang membuat mereka merasa lebih baik dan memberikan suatu reward atas keberhasilannya.

3. Gagal untuk mengembangkan Skill

Manajer yang baik akan selalu memberikan perhatian dan timbal balik kepada setiap pekerja dengan kapasitasnya masing-masing. Saat Anda memiliki pekerja yang baik, sangatlah penting untuk mengarahkan mereka untuk memperluas kemampuan mereka.

4. Tidak peduli

Lebih dari setengah orang-orang yang meninggalkan pekerjaan mereka disebabkan karena hubungannya dengan atasan mereka. Idealnya adalah dengan menyeimbangkan menjadi professional dengan memanusiakan manusia. Manajer yang gagal untuk membangun hubungan dengan pekerjanya akan meningkatkan tingkat pergantian karyawan baru. Keluarnya seorang karyawan dapat menghilangkan potensi dari karyawan itu di masa yang akan datang.

5. Tidak menghargai komitmen perusahaan

Menerapkan komitmen perusahaan terhadap pekerja merupakan satu hal yang sangat penting untuk dijalani. Seorang pekerja akan menilai bagaimana konsistensi perusahaan dalam memegang teguh komitmennya. Saat Anda mencoreng komitmen Anda dihadapan pekerja, maka siapa yang harus mengikuti Anda sebagai atasan pekerja Anda.

6. Mempekerjakan orang yang salah

Mempromosikan orang yang salah membuat pekerja Anda yang lain merasa terganggu dengan perilaku kerja orang tersebut. Pekerja yang memiliki performa baik akan melihat bahwa Anda tidak memperdulikan mereka. Hal ini akan berimbas kepada keluarnya pekerja yang baik di perusahaan Anda.

7. Tidak mengijinkan orang untuk mengejar passion-nya

Seorang pekerja yang baik memiliki gairah yang tinggi. Memberikan kesempatan kepada passion mereka akan menumbuhkan produktivitas dan kepuasan terhadap pekerjaan mereka. Namun mungkin Anda takut mereka akan kehilangan fokus jika pekerjaan mereka terlalu luas. Padahal kekhawatiran ini tidak dapat dibuktikan secara nyata, penelitian menyatakan bahwa orang yang bekerja untuk passion nya 5x lebih produktif dibandingkan dengan yang biasa saja.

8. Gagal untuk memancing kreativitas

Pekerja yang paling baik mencari apapun yang bisa dikembangkan didalam dirinya. Jika Anda merebut kesempatan mereka untuk berubah dan berkembang, hal ini akan membuat mereka menjadi membenci pekerjaannya. Membuat pagar diantara mereka untuk berkembang bukan hanya membatasi karyawan Anda, tapi juga membatasi diri Anda sendiri.

9. Tidak mengasah pengetahuan pekerja

Manajer yang baik memberikan suatu tantangan kepada pekerja mereka suatu hal yang terlihat tidak mungkin untuk diselesaikan. Manajer yang baik menggunakan segala sesuatu untuk melakukan apa saja agar dapat mendongkrak keluar dari zona mereka saat ini. Saat pekerja yang baik sudah merasa mudah melakukan pekerjaan mereka dan bosan, mereka akan mencari pekerjaan lain yang dapat menantang ilmu mereka.

JIka Anda ingin pekerja terbaik Anda tetap didalam perusahaan Anda, Anda harus bertindak hati-hati bagaimana Anda memperlakukan mereka. Anda sebisa mungkin membuat mereka bekerja dan loyal terhadap Anda.


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *