Apa Itu Customer Persona

8 Desember 2017 OK
Bagikan artikel ini

Beberapa waktu lalu, Saya mengadakan Training Internal untuk team di kantor. Actually, training ini sudah Saya lakukan beberapa kali dan I hope ini bisa terus dilakukan rutin sebagai weekly insight.

Kali ini, Saya membahas mengenai persona. Persona ini populer karena digital marketer. Mereka selalu ngomongin tentang persona, buyers persona, customer persona, dan lain-lain.

Pertanyaannya,

Apa Itu Customer Persona?

Kalau menurut orang-orang di HubSpot, persona is “a semi fictional representation of your ideal customer based on market research and real data about your existing customer”. intinya mengimajinasikan customer ideal dibandingkan dengan customer yang sudah ada.

For me, what is customer persona?

Sebelum itu, Anda harus tau dulu apa definisi customer. Menurut teman Saya, Hendrik Ronald seorang Pakar Service Excellence Indonesia, customer adalah semua orang selain kita.

Sadar ga, kita selalu terkotaki budaya kalau istilah customer itu adalah orang yang beli produk kita. Sebenarnya bukan itu saja. Saya mendapatkan perspektif berbeda bahwa customer is everybody. Terlebih lagi keluarga, mereka bisa disebut prime customer.

Setelah itu, tentuin juga your ideal customer. Ideal customer adalah orang-orang yang mau kita layanin, yang related sama kita, yang mau dibangun relationshipnya di setiap spesifik bidang. Misalnya dibidang kesehatan, tentukan personanya dibidang kesehatan, Anda ingin melayani orang yang seperti apa.

Ideal customer sangat penting untuk ditentukan diawal, kenapa penting? Maybe you guys berpikir bahwa dengan tahu ideal customer, kalian bisa tau spesifik produk apa yang mau di offer, service yang mau di tawarkan, jadi tau mau layanin orang seperti apa. Yes itu benar. But, it’s not always about business guys.

Produk dan servis di bisnis bisa selalu berubah jadi sebenarnya I don’t really care about the product.

Simplenya gini, kenapa penting punya ideal customer itu agar kita jelas mau berhubungan dengan siapa, mau ketemu dengan siapa di dalam bidang tersebut. kalau ga punya persona or ideal customer, what happen? Analoginya seperti Anda ingin sukses dalam satu bidang hal, ukuran sukses itu apa? Misalnya uang, lalu gimana cara dapatin uang? Misalnya harus melakukan sesuatu, lalu lihat siapa yang punya uang dan caranya gimana, ikut A, B, C, D, and then ga ada yang dikerjain, kenapa? karena yang diikutin banyak sekali, misalnya saham, properti, bisnis, kuliner. Akhirnya tidak jelas dan tidak jalan juga.

Contohnya juga di relationship, Anda ingin menemukan calon pasangan yang seperti apa. Kalau Anda tidak tentuin personanya, jadinya apa? Ya random.

Korelasinya sama seperti di bisnis, bisnis is about people and people is about relationship.

Kebanyakan pebisnis di luar sana di hajar semuanya, satu persatu di hubungi.

Buat Saya, waktu membuat FB page, yes Saya sudah tentuin jelas customer persona Saya, waktu buat team yang direkrut, Saya juga sudah menentukan jelas siapa customer personanya. As a leader, your direct customer is your employee. Makanya Saya ingin team juga menentukan customer persona mereka dalam pekerjaan atau bisnis mereka.

Inilah kenapa setiap bisnis yang Saya mulai, always start with persona, siapa ideal customernya.

Sometimes, customer persona bisa berubah, seiring berjalannya waktu kita learn more dan sadar customernya mengkerucut atau menggeser. Seperti contohnya zaman dulu billionare is a new millionare. Sekarang strata millionare sudah banyak. Zaman dulu jutawan itu keren, sekarang semua orang sudah jutawan, ya dong, gaji UMR saja sudah jutawan. Contoh lain, dulu orang produktifnya itu di atas 30 tahun, sekarang umur belasan saja sudah punya penghasilan yang banyak.

Harus dilakukan survey. Reach our customer, make sure personanya seperti apa lalu validasi dengan imajinasi yang sudah kita tentuin. Setiap bulan define lagi apa yang kita tentuin kemarin sama dengan real data customer kita sekarang.

Intinya, kenapa yang paling penting harus definisiin persona yaitu supaya kita bisa kumpulin orang-orang yang sesuai dengan kita. Karena yang namanya makhluk hidup, paling suka berkumpul dengan orang yang sejenis, like minded people. Jadi, pada saat Anda ciptain persona ini, kalian menciptkan suatu raving fans sendiri


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *