Cara Menghadapi Frustrasi dalam Berbisnis

2 Oktober 2017 Admin
Bagikan artikel ini

Siapa sih yang tidak pernah frustrasi? Terlebih dalam iklim ekonomi yang terkadang kurang menentu seperti sekarang ini.

Tahukah Anda bahwa manajemen emosi sangat penting untuk memimpin sebuah perusahaan? Anda perlu tahu cara mengatasi frustrasi dengan cara membuat sistem yang terencana dan bagaimana bekerja untuk mencapai solusi.

Saat kita dalam kondisi tertekan umumnya kita akan menjadi frustrasi dengan diri kita sendiri. Tanpa disadari hal ini berpengaruh besar mulai dari sikap kita terhadap lingkungan hingga cara kita dalam berbisnis.

Tenang saja, Anda tidak sendiri karena hal ini banyak dialami dalam bisnis, terutama dalam tahap awal dimana cash flow masih naik turun dan bikin pusing mulai dari urusan gaji pegawai sampai keuntungan.

Saya kasih sedikit rahasia, frustrasi itu menyerap energi. Kalau Anda sebagai pelaku bisnis tidak bisa menghadapinya dengan bijak, hanya tinggal tunggu waktu bangkrut saja.

CARI AKAR MASALAH SERTA SOLUSI NYA

Tarik waktu mundur dari masalah Anda adalah langkah awal yang tepat untuk mencari solusi, dengan demikian Anda bisa menjawab pertanyaan “kenapa saya frustrasi ya?” Apa masalahnya ada di team? Atau hasil yang dicapai? Atau ada proses yang sepertinya belum pas?

Di sinilah pentingnya merencanakan sistem bisnis dengan matang. Pertama ketahuilah penyebab frustrasi lalu kembangkan sistem untuk mencari penyelesaian yang tepat.

RENCANAKAN BISNIS ANDA!

Jadi kalau masalahnya Anda kurang waktu luang karena harus memastikan segala sesuatu berjalan lancar, jelas masalahnya adalah sistem yang tidak berjalan baik.

Anda perlu menggaji orang yang tepat untuk membantu Anda kerimbang menyelesaikannya sendiri. Dengan begitu bukan hanya Anda punya waktu luang tapi orang tersebut juga akan membantu proses yang anda rancang supaya berjalan lancar dan berkembang.

Frustrasi dalam bisnis mudah diidentifikasi dan diatasi walau mungkin butuh waktu, sementara frustrasi dalam diri Anda secara emosional yang lebih berbahaya karena menghabiskan lebih banyak energi dan waktu juga lebih sulit diidentifikasi. Bisa saja kan Anda kecewa pada diri Anda karena tidak bisa mencapai target yang telah ditetapkan atau Anda melakukan sesuatu yang salah tapi tidak bisa berbuat apa-apa, atau lebih buruk lagi, Anda luapkan semuanya pada semua orang mulai dari pelanggan, vendor, klien, pegawai, keluarga, semua orang-kecuali diri Anda sendiri.

Jika masalahnya adalah frustrasi dari sisi luar yang mudah diidentifikasi, pertanyaannya lebih mudah. Apa yang jadi penyebabnya? Apakah ada celah yang membuat sistem bisnis ini kurang lancar? Apa ada kepingan yang tidak pas?

Jika penyebab frustrasi berawalan dengan “Saya”, jelas sudah.. itu tentang diri Anda. Jika tentang “mereka” atau “klien yang menyebalkan” atau “alat kurang mendukung” itu tentang hal lain. Anda bisa belajar menangani frustrasi dengan menghadapinya secara sistematis dan objektif

Bagaimana menurut Anda? Apa Anda punya pengalaman serupa dalam menghadapi frustasi dalam bisnis? Anda bisa share di dalam kolom komen di bawah ini ya.


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *