Business is About People

4 Oktober 2016 Gustiadi Prakoso

Di perjalanan ke Sydney kemarin, saya sambil membaca sebuah buku yang bagus banget, judulnya “Faster, Smarter, Better” karangan Charless Duhigg. Dari buku tersebut, saya belajar bahwa sebagai entrepreneur, pebisnis, manager, intinya adalah pekerjaan yang menuntut Anda untuk memimpin sebuah tim, Anda wajib memahami bahwa:

JIKA ANDA INGIN BERHASIL MENCAPAI TARGET, YANG TERPENTING ADALAH PSIKOLOGIS.

Begitu banyak orang yang terlalu berfokus pada cara, cara, dan cara. Begitu juga di video seri saya #AskGusti, kebanyakan orang selalu bertanya tentang cara dan teknik.

Padahal, kesuksesan 80% ditentukan oleh psikologi, dan 20% nya ditentukan oleh teknik!

Misalnya ada orang yang sudah mengetahui cara mengakusisi properti tanpa modal, namun dalam dirinya ada perasaan “tidak mungkin” dan “mustahil”, sebanyak apa pun cara yang diberikan, ia tidak akan take action.

Jika Anda dan tim Anda begitu fokus pada cara, namun psikologisnya masih belum bener, ya susah. Jadi, pastikan psikologis Anda tepat dulu, agar bisa menjalankan cara / strateginya dengan optimal.

Tugas Anda sebagai pemimpin adalah membuat sistem dan menjalankan bisnis

Satu hal lagi yang paling penting adalah, sebagai leader, Anda wajib mampu mengambil peran sebagai seorang coach. Anda harus mampu memberdayakan tim Anda, dan

ANDA HARUS MAMPU MENGALOKASIKAN WAKTU, ENERGI, DAN TENAGA ANDA PADA HAL HAL YANG PALING PENTING.

Misalnya tim video saya mengatakan pada saya, hasil videonya memiliki sedikit noise sehingga kurang enak didengar. Namun saya tidak terlalu mempermasalahkan. Karena kan tujuannya untuk publik, jadi biarkan publik yang menilai. Jadi feedback nya ya dari publik, bukan dari saya.

Dalam mengutamakan hal hal penting, ANDA SEBAIKNYA TIDAK MELAKUKAN MICRO MANAGE, atau istilahnya mengurusi hal hal kecil yang berdampak tidak terlalu besar pada perusahaan.

Misalnya Anda mengurusi AC mati, atau LCD mati, dan sebagainya. Lebih baik Anda mengurus hal lainnya yang lebih penting, misalnya: meeting dengan calon investor, membuat strategi untuk menembus pasar baru, dan sebagainya.

Saya juga belajar tentang hal ini, ketika saya menjadi volunteer/ relawan untuk seminar Unleash The Power Within Anthony Robbins di Australia beberapa hari lalu.

Tahukah Anda, crew director nya yang memiliki tim ratusan orang, ia tidak berfokus pada hal hal teknis! Ia lebih berfokus mengembangkan orang yang ia miliki. Ia lebih fokus dengan perilaku orang di timnya, dan bagaimana mengembangkannya.

Tentunya ia juga dibantu beberapa orang untuk menjadi ketua tim, yang dibagi dari seluruh orang yang ada. Sehingga rantai komunikasi bisa berjalan dengan lancar, dan hal hal teknis, ketua tim tadi lah yang mengurus. Pengalaman yang tidak terlupakan untuk saya.

Agar Anda bisa berfokus pada hal hal yang paling penting, dan bisa mendelegasikan pekerjaan Anda kepada tim, tentunya Anda harus bisa mengembangkan orang orang di dalam tim Anda.

Sehingga mereka kompeten dalam mengerjakan pekerjaan Anda. Saya selalu mengikutkan yang sesuai dengan keahlian mereka. Misalnya di bidang properti, ya saya ikutkan training properti. Kalau di bidang digital marketing, ya saya ikutkan training digital marketing.

Jadi, kembangkan tim Anda. Mereka adalah aset berharga Anda.

Prinsip ketiga, pemimpin itu memiliki kebiasaan fokus dengan hasil, atau istilahnya, result oriented. Mereka tida terlalu berfokus pada hal hal kecil. Biarkan tim Anda mengerjakan hal hal kecil. Anda juga bertugas memberdayakan tim Anda dengan melakukan coaching, agar mereka bisa bekerja sama mencari cara untuk mencapai tujuan perusahaan.

Prinsip keempat, sebagai pemimpin, anggap tim Anda adalah keluarga. Berikan perhatian ke mereka. Pahami bagaimana kehidupannya, relasi dengan orang lain, peduli dengan mereka. Sehingga tim Anda bisa menjadi seperti keluarga bagi tim Anda, hingga dampaknya tim Anda akan memberikan effort terbaik untuk Anda.

Prinsip kelima, pemimpin harus memiliki visi-misi yang jelas. Ke mana arah yang ingin dituju. Sekali lagi saya ingatkan, jangan terlalu berfokus pada cara, hingga lupa dengan visi / tujuan utama. Jadilah pendengar yang baik dan teman diskusi tim Anda, sehingga tim Anda berdaya untuk membawa peusahaan menuju visi yang diinginkan.

Terakhir dari saya, buat yang masih membangun bisnis dari awal, buat sistem untuk bisnis Anda, bangun dream team Anda, dan fokus kembangkan orang yang Anda miliki. Yang tidak kalah penting, kembangkan diri sendiri juga ya!

Jika saat ini Anda sudah memiliki tim, lakukan prinsip prinsip yang sudah saya sharingkan di atas. Itu adalah yang dilakukan leader leader terbaik di dunia.

Semoga bermanfaat!

Gustiadi Prakoso


Anda mempunyai cerita atau pengalaman menarik mengenai topik ini?
Sampaikan saja ke ScaleUp.id dan pembaca lainnya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

One thought on “Business is About People

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *