3 Kesalahpahaman Tentang Uang dan Penghasilan

3 kesalahpahaman tentang uang dan penghasilan
16 November 2017 OK
Bagikan artikel ini

Anda mungkin mengenal orang yang berpikir seperti ini:

“Kenapa Saya masih kekurangan padahal sudah kerja keras?”

“Gaji Saya tinggi, namun tidak pernah merasa kaya”

Atau mungkin saja Anda sendiri yang merasakan hal seperti itu. Mengapa? Bukankah uang yang dicari untuk menjadi orang kaya?

Uang memang dibutuhkan untuk hidup, namun cara untuk menggunakan uanglah yang membuat sebagian orang tidak akan pernah kaya sekeras apapun bekerja.

3 Kesalahpahaman Tentang Uang dan Penghasilan

3 kesalahpahaman tentang uang dan penghasilan

Yuk simak penjelasan tentang 3 kesalahpahaman tentang uang dan penghasilan yang tidak pernah bisa membuat Anda lebih kaya:

1. Tumbuh di Lingkungan Tanpa Pengetahuan Tentang Mengelola Uang

Sudah bekerja keras dan dibayar mahal, lalu sekarang mempunyai uang yang banyak. Namun karena kebiasaan yang tidak dilatih untuk bagaimana menangani sejumlah uang besar dan pendidikan finansial yang kurang, biasanya orang menggunakannya untuk membeli keinginan mereka dan mereka akan menaruh sisa uangnya begitu saja di bank sebagai “tabungan” yang diyakini akan membawa ke masa depan yang lebih baik. Ini membuktikan bahwa, tidak ada jumlah uang yang bisa mengubah kebiasaan finansial yang buruk.

Ingat cerita petinju kelas dunia, Mike Tyson. Mempunyai karir dan kekayaan jutaan dolar yang melimpah sebagai seorang petinju kelas berat dunia dari tahun 1985, membuat julukan si leher beton ini menghabiskan uangnya untuk foya-foya. Ditahun 2003, Tyson mengumumkan kebangkrutan dirinya dan memiliki hutang jutaan dolar. Ini dikarenakan tidak adanya kesadaran untuk mengatur keuangannya. Walaupun memiliki uang banyak bukan jaminan orang akan kaya selamanya.

Untuk menghindari hal ini, perlu kesadaran diri sendiri untuk belajar tentang pengelolaan uang yang benar. Mengapa menabung hanya akan membuat nilai uang kita berkurang dan kemana seharusnya uang itu digunakan atau diinvestasikan.

2. Pengetahuan Investasi yang buruk

Sudah mempunyai uang yang banyak dan berpikir akan menginvestasikannya, itu bagus. Namun jangan coba-coba jika Anda tidak mempunyai pengetahuan di bidang investasi tersebut. Sekali lagi, pendidikan finansial sangat dibutuhkan dalam segala aspek. Ketika Anda memiliki uang yang banyak, akan ada saatnya Anda ditawari untuk berinvestasi. Hanya karena Anda memenuhi syarat untuk ikut investasi dengan uang yang Anda miliki, bukan berarti Anda tahu apa-apa mengenai investasi. Banyak orang kaya yang kehilangan uangnya karena berinvestasi tanpa pengetahuan.

3. Pemahaman yang Salah Mengenai Aset dan Liabilitas

Ketika seorang mendapatkan gaji atau pemasukan lain, apa yang dilakukan? Rata-rata orang memiliki biaya bulanan yang harus dikeluarkan seperti cicilan rumah, tagihan kartu kredit, mobil, televisi, dan lain-lain. Ini adalah biaya buruk yang terus menggerus uangnya. Beda hal dengan biaya baik yang dikeluarkan untuk menghasilkan uang kembali, dan inilah yang disebut dengan aset. Orang kaya yang bijak menghabiskan biaya baik mereka untuk membeli aset yang akan menghasilkan kemampuan untuk membeli aset lain. Sehingga dalam perjalanannya, akan menghasilkan pendapatan pasif untuk terus digulung ke aset berikutnya.

Uang hanyalah alat. Anda yang harus menginvestasikan diri Anda untuk mempunyai kecerdasan finansial. Itu adalah aset yang paling penting dan berharga. Berinvestasi dan buatlah uang bekerja untuk Anda.

 

 


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *