4 Prinsip Dasar Dalam Investasi

9 Februari 2018 OK
Bagikan artikel ini

Investasi adalah suatu hal yang perlu dikerjakan untuk menunjang kehidupan Anda dan keluarga. Saya memutuskan untuk investasi karena sadar jika hanya mengandalkan pekerjaan, itu tidak akan membuat Saya bebas dari keuangan dan waktu. Malah harus terus bekerja untuk mendapatkan uang.

Selama perjalanan Saya dalam berinvestasi, sudah banyak kegagalan yang terjadi, namun juga ada keberhasilan yang dapat Saya nikmati dan terus mengembangkannya. Orang tidak bisa hanya asal investasi jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Maka dari itu, investasi awal adalah investasi otak Anda, dan itu sudah Saya lakukan sampai dengan sekarang.

Selain itu, dalam memutuskan untuk berinvestasi pada satu jenis kendaraan, Anda perlu mempunyai prinsip yang akan menjadi pedoman Anda dalam memberikan keputusan dan tindakan. Ini juga yang Saya lakukan dalam segala macam aktivitas investasi Saya.

Saya mempunyai beberapa prinsip yang harus dipegang teguh ketika akan mulai memutuskan untuk invest atau tidak. Hal ini Saya pelajari dari beberapa mentor Saya.

4 Prinsip Dasar Dalam Investasi

1. Don’t lose your moneyIni prinsip yang dipegang oleh Warren Buffet juga. Beliau menyebutkan ada 2 prinsip dalam berinvestasi yaitu, rule number 1: don’t lose your money; rule number 2: remember rule number 1. Prinsip don’t lose your money ini seperti apa? Saya akan bercerita mengenai Virgin Airlines milik Richard Branson, seorang pengusaha yang mempunyai 400 perusahaan dan sudah mendapatkkan gelar “Sir” dari kerajaan Inggris. Pertama kali Richard membuat Virgin Airlines, beliau membuat deal dengan si pembuat pesawat jika bisnis ini tidak making money, pembuat pesawat bersedia untuk mem-buyback pesawat-pesawat tersebut untuk melunasi kredit pada saat pertama kali membeli pesawat itu, sehingga Ia tidak mempunyai resiko apa-apa. Dalam perjalanan investasi Saya pun, Saya mendapatkan kendaraan investasi yang bisa di-buyback jika tidak sesuai denga apa yang tertera di prosposal. Hal ini membuat Saya pun memiliki resiko yang rendah dalam berinvestasi. Prinsip Tony Robbins dibukunya Money Master The Game, Beliau berkata juga don’t lose your money dengan cara aset alokasi.

2. Asymmetric risk. Maksudnya adalah resiko yang tidak seimbang antara risk and reward atau resiko negative dan resiko positifnya. Jadi resiko negatifnya rendah, resiko positifnya tinggi. Seperti cerita Richard Branson tadi, dia mempunyai resiko negative yang rendah, jika tidak berhasil, bisa di buyback. Namun ia mempunyai peluang mendapatkan reward yang tinggi.

3. Tax efficiency and reducing fee. Para investor-investor yang terkemuka di dunia contoh Robert Kiyosaki, mereka memperhatikan sekali dengan yang namanya tax. Saya juga belajar dengan yang punya Rich Dad Advisor, Tom Wheelwright, dia memberikan insight ke Saya, justru jika kita ingin membuka bisnis harus memperhatikan taxnya, karena dalam usaha ada yang namanya tax benefit, yang mana suatu usaha di stimulus dan didukung oleh pemerintah. Contoh di US, jika usahanya adalah tambang oil, 80% profitnya dihapuskan pajaknya oleh pemerintah.

4. Diversifikasi, dibagi menjadi 4:

– diversifikasi aset kelas. Jangan kita hanya invest di properti saja. Ada juga yang di bisnis, di paper asset, obligasi,    surat hutang, komoditas. Jangan kita mengandalkan hanya 1 jenis aset kelas.

– diversifikasi di dalam aset kelas itu sendiri. Contohnya invest di properti, jangan hanya invest di ruko saja, tapi juga di residence, apartemen, office space, hotel, dan lain-lain.

– diversifikasi lintas negara/wilayah. Contohnya jika Anda sudah invest di properti, namun hanya di daerah Jakarta saja, cobalah Anda juga invest di luar Jakarta seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lain-lain. Jika sudah lebih besar lagi, kenapa tidak ekpansi sampai keluar negeri misalnya US, UK.

– diversifikasi time frame/lintas waktu. Ini adalah cost averaging. Misalnya Anda punya dana, jangan langsung di investasikan semuanya ke satu hal saja. Tapi dalam beberapa hal dan rutin untuk investasi.


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *