6 Aturan Dasar Investasi

ini aturan investasi, ini dasar investasi, ini cara investasi
31 Januari 2018 OK
Bagikan artikel ini

Sebelum Anda mulai berinvestasi, perlulah untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana aturan-aturan dasar investasi itu. Hal ini digunakan untuk membantu Anda menuju kebebasan keuangan yang Anda inginkan.

Sebelum itu, apa pengertian investasi itu?

Investasi adalah kegiatan membeli, menyimpan, atau melakukan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Investasi juga bisa disebut penanaman modal.

Contoh instrument investasi adalah properti, bisnis, komoditi, dan paper asset. Investasi mana yang paling baik, itu semua kembali lagi kepada Anda yang melakukan. Sampai sejauh mana pengetahuan Anda mengenai instrument investasi Anda, karena resiko terbesar adalah ketika Anda tidak mengetahui apa-apa mengenai investasi yang Anda lakukan.

6 Aturan Dasar Investasi

6 aturan dasar investasi itu adalah:

1. Tipe Income Anda

Banyak orang berpikir bahwa income itu hanya dari 1 sumber saja, yaitu kerja. Apalagi jika dari kecil sudah terdidik bahwa kita harus sekolah, mendapat nilai bagus, untuk dapat kuliah bagus supaya bisa diterima di pekerjaan yang bagus dan jabatan yang bagus. Anda tidak dapat menikmati hidup Anda, mendidik anak Anda karena hanya memikirkan kerja untuk uang. It’s boring, siklusnya seperti itu saja. Hal ini dikarenakan kita tidak tahu jelas bahwa income itu tidak hanya berasal dari satu sumber saja.

– Active Income, tipe ini adalah tipe yang mendapatkan uang dengan menukarkan waktu Anda. contohnya: pekerjaan kantoran.

– Portfolio Income, didapat dari jumlah asset kita ada kenaikan dari valuasi. Contoh dari saham, reksadana, obligasi, property, bisnis. Belum bisa jadi income jika Anda belum jual.

– Passive income, inilah income di mana Anda tidak bekerja namun dapat uang. Contohnya: dari uang sewa properti, bisnis yang sudah automated

2. Education

Mulai dari basic, education in investment, di dunia investasi ada rules of the gamesnya dan Anda harus belajar lagi. Di dalam investasi Anda harus tahu aturan mainnya agar Anda bisa menjadi master di sana. Mungkin kebanyakan orang berkata bahwa dia sudah belajar dari kecil, TK-SD-SMP-SMA-Kuliah, masa setelah dewasa juga harus belajar? kebanyakan orang berpikir juga bahwa mereka sudah cukup untuk belajar selama ini, dan waktunya mereka untuk berhasil. Namun, itu adalah salah. Hidup ini adalah mengenai belajar. Walaupun Anda sudah pintar sewaktu sekolah, tidak bisa Anda pungkiri bahwa kehidupan kerja tidak seperti saat Anda sekolah dulu, apalagi kehidupan investasi dan bisnis. Anda harus mulai untuk belajar lagi hal-hal baru itu. Moment-moment di mana Anda berhenti belajar adalah moment-momment di mana Anda mati, karena cuma orang mati yang tidak belajar.

3. Cashflow

Banyak sekali orang yang miss dalam hal cashflow. Dalam hal cashflow, orang tuh lupa fase mereka sedang ada di mana, fokus mereka hanya untuk earning income. Semakin kita tua, kita semakin tidak aware terhadap uang. Mungkin di zamannya Anda, uang kuliah masih yang terbilang murah, tapi kelak di zaman anak Anda bagaimana? Anda merasa sekarang cukup mempunyai penghasilan 50 juta perbulan, tapi apakah 17 tahun kemudian uang itu cukup? Menurut saya tidak, karena inflasi pendidikan saja bisa sampai 17% pertahun, itu data yang Saya kumpulin dari 1997-2012. Penting sekali anda untuk membedakan cashflow dari sumber income yang Anda dapatkan.

4. Risk Management

Orang sering berkata bahwa investasi itu beresiko, bisa rugi. High risk high gain. Orang di edukasi jika kalian mau dapat hasil yang banyak, maka resikonya juga besar. Makanya money game masih populer di Indonesia. Guys, Saya kasih tau ya, bukan resikonya yang tinggi, tapi tingkat kemalasan Anda yang tinggi. Pernah kepikiran ga? malas apa? Malas cari tahu.

Memanage resiko adalah bagaimana Anda bisa meminimalisir resiko dengan knowledge yang Anda punya sebelum Anda terjun. Namun yang penting adalah Anda taking action, but small saja dulu.

5. Raise capital.

Kebanyakan orang berpikir bila kita ingin memulai suatu investasi harus memakai semua modal yang dipunya, makanya tidak pernah mulai-mulai. Karena tidak semua jenis investasi bisa cocokin dengan kantong Anda. Misalnya Anda ingin invest di franchise nilainya 1M, tapi Anda hanya punya 300 juta and then Anda skip karena tidak cukup. Coba Anda pikirkan, jika Anda di tawari suatu investasi yang nilainya 1M dengan penghasilan 35 juta sebulan bersih tapi Anda hanya punya 300 juta, masa Anda juga harus skip, ini great deal loh, dan hanya karena Anda tidak ada modal jadi langsung mundur. Anda bisa raising capital, bisa dalam pinjam ke bank, cari investor, cari partner.

6. Evaluate

Always do your homework. Jika Anda ingin menjalin partnership dengan seseorang, cari tahu dulu backgroundnya seperti apa, apa hal yang dia bisa, dan lain-lain. It’s part of risk management.

Investasi itu adalah suatu perjalanan, tidak ada yang namanya instant success. Semua punya jalan darahnya masing-masing, punya jatuh bangunnya masing-masing. Tapi jika Anda punya 6 dasar aturan investasi ini atau prinsip dalam berinvestasi, Anda bisa jadi seorang investor yang baik dan bijak.

Terima kasih telah membaca artikel ini, jika Anda menyukainya,

Say Hello on: Instagram | Facebook

 


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *