Cara Mendapatkan Passive Income Dengan Investasi

29 Desember 2017 OK
Bagikan artikel ini

Coba bayangkan, Anda tidak perlu kerja lagi, tapi uang tetap terus masuk ke dalam rekening Anda. Anda tidak perlu lagi menukarkan waktu Anda untuk mendapatkan uang. Anda bisa jalan-jalan, menghabiskan waktu dengan keluarga sambil terus menerima pemasukan di rekening Anda. Asik ya?

Ternyata, ungkapan seperti ini bukan hanya isapan jempol belaka lho. Begitu banyak orang yang berhasil mendapatkan passive income seperti itu.

Mereka bekerja hanya saat mereka MAU bekerja. Bukan karena HARUS bekerja. Beda.

Sebetulnya, apa yang dilakukan orang-orang yang hidupnya seperti ini?

Sebelum membahas sampai ke sana, kita perlu tahu bahwa ada 4 level finansial:

– Pertama, Financially Struggle. Level ini di mana mereka masih berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya. Kadang pengeluaran masih lebih besar dari pemasukan.

– Kedua, Financially Good. Pada level ini mereka cenderung lebih aman karena pemasukannya masih lebih sedikit di atas pengeluarannya.

– Ketiga, Financially Free. Pada level ini, mereka sudah memiliki passive income yang “setara” dengan pengeluarannya.

– Dan keempat, Financially Independent. Pada level ini, mereka memiliki passive income 3x atau lebih dari pengeluaran mereka setiap bulannya.

Setelah tahu 4 level finansial ini, coba refleksi ke diri sendiri di mana level Anda saat ini. Tidak perlu berkecil hati di mana kah posisi Anda saat ini. Semakin Anda sadar di mana posisi Anda, Anda bisa menyusun strategi menuju passive income yang Anda inginkan.

Lalu bagaimana cara mendapatkan passive income?

Ada orang yang berfikir bahwa mereka dapat mencapai kebebasan finansial dengan menjadi karyawan yang mendapatkan gaji setiap bulannya, yang justru seringkali habis dan tidak ada yang tersisa.

Namun, bisakah Anda kaya dengan menjadi karyawan? Tentu bisa.

Misalnya saja kalau Anda berhasil naik pangkat hingga menjadi manager atau petinggi di perusahaan tersebut, tentu Anda bisa menjadi kaya.

Pertanyaannya, apakah semua orang bisa mendapatkan posisi tersebut? Belum tentu. Jangan-jangan, belum sampai di posisi tersebut, sudah waktunya pensiun. Gagal deh.

Lagipula, alasan mengapa gaji saja tidak cukup untuk mencapai kebebasan finansial adalah karena gaji Anda termasuk dalam Active Income. Dimana Anda harus menukarkan waktu Anda untuk uang.

Oke, kalau jadi seorang karyawan tidak bisa mendapatkan penghasilan pasif, bagaimana dengan bisnis?

Yes! Bisnis memang bisa menjadi salah satu instrumen dalam mendapatkan passive income.

Bagaimana caranya mendapatkan passive income? Apakah dengan menabung?

Seperti yang pernah dibahas pada artikel lain, bahwa jika Anda menabung, uang Anda akan terkena inflasi. Masih ingat berapa semangkuk bakso saat Anda TK dulu? Mungkin ada yang pernah mengalami bisa mendapatkan semangkuk bakso dengan yang 500 rupiah.

Nah, berapakah harga semangkuk bakso sekarang? Mungkin bisa 20 ribu. Itulah yang namanya inflasi. Nilai uang kita akan terus tergerus.

Cara agar uang kita tidak terkena inflasi adalah dengan  menaruh uang kita di tempat-tempat dimana saat nilai uang naik, merekapun ikut naik.

Dimana saja itu? Menurut Robert T. Kiyosaki, inilah beberapa instrumen investasi yang dianjurkan.

– Komoditi (Emas, perak, perunggu)
– Aset Kertas (Saham, obligasi, reksadana)
– Bisnis
– Properti (Rumah, ruko, tanah)

Atau bisa dikenal juga dengan 4 aset kelas. Orang kaya yang sesungguhnya sadar, bahwa mereka harus membangun aset. Karena saat nanti mereka sudah tidak bekerja, aset inilah yang akan bekerja buat mereka.

Penting untuk diingat adalah, untuk di awal, Anda perlu memilih dulu dari keempat aset kelas ini, mana yang ingin Anda pelajari dan kuasai. Karena pengalaman seorang Gustiadi Prakoso, salah satu founder scaleup.id, jika Anda mencoba untuk masuk ke-empat-empatnya sekaligus, maka Anda tidak akan kemana-mana. Mari kita bahas satu per satu:

KOMODITI

Jika Anda memilih menggunakan instrumen investasi pada komoditi, maka Anda akan membeli emas (ataupun perak) dan menyimpannya sampai beberapa tahun kemudian, Anda jual kembali dengan nilai yang sama. Ingat, yang disebut adalah NILAI, bukan HARGA.

Maksudnya gimana?

Begini, katakanlah di jaman dulu, satu gram emas, dapat membeli seekor kambing.

Maka, di jaman sekarang satu gram emaspun masih bisa membeli seekor kambing.

Inilah yang disebut nilainya sama atau terjaga walaupun dimakan jaman. Itu adalah ciri jika Anda membeli komoditi.

 

ASET KERTAS

Sebelum Anda berinvestasi pada aset kertas, Anda perlu mempelajari lebih dalam tentang instrumen ini. Karena instrumen ini bisa dikatakan jenisnya cukup beragam, di antaranya: saham, reksadana, obligasi dan lain-lain.

Setiap jenis, cara bermainnya berbeda.

Semua tergantung tujuan Anda dahulu, misalnya apakah Anda mau investasi untuk jangka panjang (di atas 10 tahun), ataupun jangka pendek (di bawah 5 tahun).

Untuk mencapai tujuan Anda, Anda harus menemukan kendaraan yang tepat. Instrumen mana yang cocok untuk diri Anda. Untuk itu Anda saya sarankan mempelajari instrumen instrumen tersebut.

BISNIS

Investasi di bisnis adalah salah satu instrumen yang paling menguntungkan, namun tantangan nya pun juga cukup berat di mana Anda perlu memikirkan sistem dan lain lain. Jika Anda tidak ingin memikirkan hal tersebut, Anda bisa membeli bisnis yang sudah terbukti sistem nya berjalan dan menghasilkan. Misalnya bisnis franchise.

Anda tinggal membayar semacam royalti kepada pemilik bisnis franchise, maka Anda berhak mendapatkan pembagian keuntungan dari omzet penjualan bisnis tersebut. (Tentunya setiap franchisor memiliki ketentuan nya sendiri sendiri).

Tapi mari coba kita sedikit berhitung, jika dari satu cabang Anda mendapatkan pembagian keuntungan sebesar Rp 20.000.000 saja, maka dari 10 cabang Anda akan mendapatkan penghasilan pasif sebesar Rp 200.000.000 setiap bulan.

Ada dua orang yang saya kenal, telah berhasil di bisnis franchise, yaitu Gustiadi Prakoso dan Hargiyanto PIPO. Saat ini mereka punya puluhan cabang dari salah satu bisnis franchise terbesar di Indonesia. Bayangkan berapa banyak passive income yang mereka dapatkan dari investasi tersebut.

Ohya, selain melakukan investasi di bisnis, mereka juga melakukan investasi di property. Mengutip kata Dolf de Ross, “Kesamaan orang kaya adalah property. Entah karena property, dia jadi kaya. Atau dia kaya dulu baru membeli property.”

Yuk mari kita belajar instrumen investasi terakhir:

 

PROPERTI

Dalam melakukan investasi property, Anda harus tau ulu tujuan Anda. Hal tersebut karena ada dua tujuan ketika seseorang membeli property:

Pertama, disewakan. Jadi Anda menikmati pendapatan setiap bulan dari sewa tersebut.

Kedua, dijual. Jadi Anda mendapatkan capital gain atau keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual kembali.

Hal yang perlu diingat adalah, Anda perlu tahu ilmunya terlebih dahulu. Karena banyak sekali orang yang berpikir bahwa harga properti selalu naik. Ternyata tidak selalu!

Contohnya saja, Anda membeli properti dan setelah Anda beli, rumahnya kebakaran. Jadi tidak bisa disewakan. Dijualpun susah laku.

Itulah yang disebut Anda perlu kuasai dulu ilmunya. Seperti kata Brad Sugar, “Learn before you earn”, Anda harus belajar dulu, sebelum mendapatkan pendapatan dan menjadi kaya.

Sekarang giliran Anda, kendaraan mana yang mau Anda gunakan untuk mendapatkan passive income?

Saya pribadi memulai pasif income saya dari property, karena property bisa dileverage dan kendaraan yang bisa membawa Anda mencapai passive income dengan cepat. Mau tau bagaimana saya kaya dari property? Nantikan artikel artikel lainnya ya.


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *