Kata Ini Bisa Merusak Usaha Anda Untuk Sukses

kata ini bisa merusak usaha Anda untuk sukses
17 Januari 2018 OK
Bagikan artikel ini

Kalau ada 1 kata yang bisa membangkitkan semangat Anda dalam mencapai kesuksesan mungkin banyak ya seperti “Mimpi, Action, Maju”. Namun ada satu kata yang bisa berdampak sebaliknya jika digunakan untuk hal-hal yang tidak baik dengan makna yang juga tidak baik. 1 kata yang mengandung 1 huruf, tapi sangat egois dan paling berbahaya ini yaitu kata “I”, ya benar kata yang berarti Saya.

Kata Ini Bisa Merusak Usaha Anda Untuk Sukses

Hati-hati dengan kata ini. Kenapa “I”? “I” itu sentralisnya di kita,  “I” itu menimbulkan ekspektasi. Seringkali orang berkata “harusnya gue di perlakukan seperti ini, harusnya lingkungan gue seperti ini, harusnya gue dapet ini” semua “I”, “I” dan “I”, itu yang bahaya.

Saya suka share seperti ini karena ini merupakan cermin untuk Saya sendiri. Momen ketika Saya membuat materi ini adalah momen di mana Saya reflektif, di mana tahun 2017 kemarin adalah bukan tahun terbaik Saya. Hal ini bisa jadi dikarenakan Saya banyak berkata “I”nya. Saya punya ekspektasi A,B,C,D, jadinya Saya terjebak di delusi dan ilusi. Ilusi adalah pengamatan yang keliru dan delusi adalah terjebak dalam paham atau keyakinan yang salah yang bertentangan dengan kenyataan.

“I” yang Saya sebut ekspektasi itu maksudnya adalah dunia di sekitar kita berlaku seperti apa yang kita ekspektasikan. Dari hal itu timbul yang namanya BEJ (Blaming, Excuses, and Justify)

1. Blaming: menyalahkan, seperti “gara gara lu sih”,”karena lu gue ga dapet ini”. Kita terjebak dengan ekspektasi, kita ekspektasi “gue bisa begini tapi gara gara lu makanya gue ga bisa”. Banyak masalah keuangan yang akhirnya memunculkan sikap blaming ini. Orangtua yang tidak memodali, teman yang menipu, kadang menyalahkan negara bahkan bisa juga menyalahkan Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil. Padahal sebenarnya apa yang terjadi dalam hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri, bukan orang lain.

2. Excuses: pada saat kita achieve kita cenderung memberikan alasan. “Saya sudah planning ini itu tapi karena aturan pemerintah ganti, jadi tidak tercapai”. Ada yang tahu cerita Adam dan Hawa? Saat itu Hawa memakan buah dari sebuah pohon di sana dan saat ketahuan, dia beralasan bahwa ular itu menggoda dia dan Adam juga menyalahkan Hawa. Orang mengeluh mengenai keuangannya yang tidak terkumpul banyak, padahal mereka bisa menyisihkan uang untuk ditabung namun terkadang mereka membuat alasan dengan berkata kebutuhan kami banyak, anak kami mau ini mau itu. Ya, apapun itu sebenarnya bisa dilakukan jika berkomitmen.

3. Justify, mencari pembenaran. Orang tidak mau disalahkan, tidak perlu orang lain, kita sendiri tidak suka disalahkan. Kita cenderung dekat dengan orang yang satu paham dengan kita. Saat kita disalahkan, cenderung orang berkata bahwa “wajar, namanya manusia pasti ada salah”. Ia membenarkan dirinya bisa salah karena seorang manusia. Padahal apa sulitnya mengaku salah.

Terima kasih telah membaca artikel ini, jika Anda menyukainya,

Say Hello on: Instagram | Facebook

 

 


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *