Marketing Itu Bukan Soal Produk

13 Desember 2017 OK
Bagikan artikel ini

Pada saat Saya di Bali kemarin, Saya ada cerita mengenai adanya lintah di villa Saya, lalu akhirnya Saya pindah. Tapi alasan Saya pindah bukan karena lintah, namun karena servicenya.

Nah, ngomongin mengenai service sebenarnya berhubungan dengan marketing. Banyak orang berpikir kalau marketing itu hanya mengenai bagaimana jualan yang baik. No! Marketing bukan soal itu saja.

Marketing Itu Bukan Soal Produk

Menurut Saya, marketing itu soal tes dan ukur, inovasi. Tidak pernah ada satu teknik yang tepat untuk marketing, jadi stop saja jika masih cari teknik yang tepat. Kita harus selalu tes dan ukur, kalau kata teman saya di digital marketing, Denny Santoso “always TOTE (Test, Operate, Test, Exit)”, sering sekali dibahas oleh dia.

Dalam perbincangan terakhir dengan Denny, kami bahas mengenai ada saja orang yang skeptis berkata “buat apa gue belajar marketing kalau ujung-ujungnya disuruh tes sendiri”, tapi memang sebenarnya itu mindsetnya TOTE. Sayangnya, kebanyakan orang ikut workshop atau training ekpektasinya selalu agar dapat materi cara-cara untuk jadi orang kaya dengan cepat. There is no such thing. Kalau Saya pribadi lebih suka workshop atau training yang mengarahkan ke mindset dulu. Makanya, Saya lebih sering referensiin workshop yang perbaikin kita punya mindset.

Sejujurnya, Saya bukan expert di marketing, actually Saya tidak pernah akuin expert di banyak hal. I am generalis. Saya tetap butuh orang yang jauh lebih expert di sekitar Saya. Misalnya, Saya tidak jago di accounting dan pajak, that’s why Saya punya orang di accounting dan pajak, Saya tidak jago di properti, that’s why Saya juga punya mentor di properti, begitu juga di bisnis dan lainnya. At some point, di saat seperti itu ada juga orang yang melihat Saya expert di bidang ini, itu. Well, I’m glad and thank you for that. Mungkin Saya expert di level tertentu.

Nah, balik lagi ke marketing. Menurut pendapat Saya, marketing is about the whole process in business. Bagaimana experience customer dengan kita. Honestly, anda setuju atau tidak, I don’t care. Karena menurut saya itulah marketing dan setiap hal yang dilakukan harus diukur bagaimana dampaknya.

Contohnya, kalau dulu Anda sempat melihat postingan Saya di FB, Saya ada pasang foto waktu Saya di Ubud. Waktu itu Saya stay 7 hari. Saat Saya mau check in di villa, resepsionisnya meminta data lengkap seperti foto, apa yang kita suka, makanan yang kita suka, dan lain-lain. Lalu yang membuat Saya terenyuh adalah pengalaman hari ke dua Saya di sana, sudah banyak yang menyapa Saya, “selamat pagi pak Gusti”, nah kan Saya bingung. Sampai-sampai saat Saya breakfast hari pertama Saya bilang ke pelayannya jika Saya suka makanan ini namun tidak bisa makan banyak, and the next day, dengan pelayan yang berbeda mereka sudah tahu apa yang Saya mau. Wow, Saya bertanya-tanya, how do you know? Dan ternyata itu adalah the whole process di dalam service nya. Mereka istilahnya men-sensus seluruh tamunya sampai dikenali disemua area villa. Selain itu, villa ini termasuk high cost, sampai sekarang rate nya permalam 3 juta untuk 2 bedroom, padahal di luar banyak di bawah 2 juta permalam untuk 3 bedroom. Namun hebatnya, occupancy mereka bisa mencapai 90% di bulan-bulan tertentu, dan terendah bisa 60%. Mereka tetap menetapkan rate yang tinggi dibanding kompetitornya.

It’s all about add more value, not about product. Produk dan servis bisa selalu berubah dan berganti. Mungkin saja cara itu tidak cocok untuk customer Anda. Inilah pentingnya juga mengetahui customer seperti apa yang diinginkan. Karena, produk dan servis adalah hasil atau akibat dan merupakan problem solving dari apa yang dibutuhkan masyarakat. Namun, customerlah yang akan bertahan. Apalagi jika dari awal, kita sudah menanamkan nilai-nilai sebagai suatu ciri perusahaan kita adalah yang terbaik. Saat konsumen atau customer mengintegrasikan produk kita terhadap identitas diri mereka, ini akan menjadikan mereka setia seumur hidup. So guys, it is my mindset about marketing.

Bagaimana dengan Anda?

Terima kasih telah membaca artikel ini, jika Anda menyukainya,

Say Hello on: Instagram | Facebook

 

 


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

2 thoughts on “Marketing Itu Bukan Soal Produk

    1. Punya mindset yang tepat

      Mindset adalah suatu sumber daya yang tidak mudah dibentuk apalagi kalau kita bicara marketing yang tuntutannya sesimple tes dan ukur tapi prakteknya menuntut mindset yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *