Mengapa Anda Bisa dan Harus Mulai Investasi di Paper Asset?

Investasi Paper Asset, mengapa investasi reksadana, mengapa investasi saham
12 Januari 2018 OK
Bagikan artikel ini

Salah satu pertanyaan terbesar adalah kenapa belum memulai investasi? Padahal ada investasi yang mudah seperti paper asset. Banyak orang yang berkata bahwa mereka tidak mengerti apa-apa tentang investasi paper asset dan memiliki ketakutan akan bahasa-bahasa investasi dan keuangan yang mereka belum mengerti. Ketakutan akan kurangnya pengetahuan, menahan mereka dari investasi pada instrumen yang mudah diakses pasar.

Mengapa Anda Bisa dan Harus Mulai Investasi di Paper Asset?

Percayalah, bahwa investasi di paper asset itu sama dengan Anda belajar hal yang baru. Siapapun dapat melakukannya. Anda hanya perlu mendidik diri sendiri dan disiplin dalam mempelajarinya sampai akhirnya Anda dapat berbicara seperti orang ahli.

Sebelum Anda memulai investasi, Anda perlu mempelajari kelebihan dan kekurangan investasi di paper asset yang akan menentukan apakah investasi itu tepat untuk Anda atau tidak

Kelebihan Paper Asset

1.Aset Liquid, Paper Asset terutama saham tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk dan keluar.

2.Mudah Masuk, tidak butuh banyak waktu atau usaha untuk mulai berinvestasi karena Anda tinggal menyiapkan uangnya, lalu Manajer Investasi yang bisa melakukannya untuk Anda jika Anda bermain offline.

3. Arus Kas, kendaraan paper asset tertentu, seperti saham yang mendapatkan dividen dan dapat memberikan arus kas jangka panjang jika Anda mempelajari strateginya.

4. Keuntungan Pajak, aset kertas yang dimiliki lebih dari satu tahun dikenai pajak dengan tingkat keuntungan modal jangka panjang yang lebih rendah. Hal yang sama berlaku untuk dividen.

5.Bisnis Berbasis Rumah, Anda dapat berinvestasi di paper asset kapan saja, di mana saja, melalui aplikasi atau di komputer Anda. Tidak perlu keluar rumah dan menghabiskan waktu dan biaya perjalanan.

Kelemahan Paper Asset

1. Tidak Ada Kontrol, Anda memiliki kendali atas jenis saham mana yang Anda beli dan kapan Anda menjualnya, namun Anda tidak memiliki kendali atas bagaimana perusahaan yang Anda investasikan meningkatkan sahamnya.

2. Volatilitas, harga saham bisa naik dan turun drastis dan dipengaruhi oleh banyak faktor luar yang tidak bisa Anda kontrol.

3. Tidak Leverage, Investor rata-rata biasanya tidak meminjam uang untuk membeli paper asset. Anda harus memasukkan uang Anda sendiri untuk memiliki aset itu.

4. Biaya Tinggi dan Komisi, biaya dan komisi dibebankan pada sebagian besar perdagangan, baik Anda membeli atau menjual. Jadi akan dikenakan biaya saat Anda melakukan transaksi.

Bagaimana Cara Memulainya?

Setelah Anda memahami sedikit kelebihan dan kekurangan paper asset, inilah saatnya untuk memulai. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memperdalam pengetahuan keuangan dan investasi Anda. Setidaknya Anda harus memiliki pemahaman dasar tentang istilah dari jenis investasi tersebut, sehingga Anda akan mengetahui kemana dan digunakan untuk apa uang Anda.

Setelah Anda mengetahui Mengapa Anda Bisa dan Harus Mulai Investasi di Paper Asset, akan timbul keinginan Anda untuk belajar lebih banyak lagi agar mempercepat kesuksesan Anda.

Menurut Robert T. Kiyosaki, cara kuasai sebuah ilmu dengan cepat adalah dengan bertanya kepada orang yang sudah berhasil melakukannya. Temui dan belajar dari mereka.

Kabar baiknya adalah, scale up dapat memfasilitasi Anda untuk belajar dari mereka yang sudah berhasil melakukannya. Baik itu invetasi di saham, properti maupun bisnis. Belajarnya bahkan melalui simulasi game semacam monopoly yang akan membuat Anda lebih fun dalam belajar dan lebih ingat ilmunya.

 

 

 


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *