Cara Kreatif mendapatkan Pendanaan untuk Property Anda

20 April 2018 Admin
Bagikan artikel ini

Jika sebelumnya Anda sudah belajar tentang bagaimana mendapatkan property yang potensial untuk Anda dapatkan, langkah selanjutnya adalah mendapatkan pendanaan.

Anda bisa menggunakan uang Anda sendiri maupun uang orang lain. Namun, yang harus diingat adalah orang sukses dan kaya adalah mereka yang cerdas menggunakan leverage atau sumber daya orang lain. Apapun itu, bisa tenaga, uang, waktu, ide, dan lain-lain.

Begitu juga dalam transaksi properti, Anda bisa menggunakan uang orang lain, misalnya:

1.Bank
Bank sangat menerima orang yang ingin mengajukan kredit karena uang operasional juga didapat dari bunga kredit. Bank menjadi teman yang baik dalam meminjam uang, juga tidak sulit untuk mengajukannya. Bank sudah menjadi banyak partner dari orang-orang sukses. Sangat disayangkan jika Anda tidak memanfaatkan hal tersebut.

2.IMF (istri, mertua, family).
Ini dana yang didapat dari orang-orang terdekat kita, seperti pasangan, orang tua, dan lain-lain. Namun, kalian harus memperlakukan mereka sebagai seorang investor. Mereka masih orang-orang terdekat Anda, jadi jangan Anda gengsi untuk meminta bantuan mereka.

Mau tau sumber pendanaan ketiga, dan kisah saya menggunakan uang orang lain untuk menjadi leverage? Selengkapnya klik di sini.

3.Investor.
Pihak yang professional. Anda harus membuat konsepnya peminjamannya seperti apa. Anda berikan proposal kepada mereka, apa yang win bagi mereka sehingga mereka bisa memberikan win kepada kita. Beda dengan bank yang sudah mempunyai standarnya sendiri. Jangan sampai Anda mengikuti standarnya si investor karena nanti Anda akan dikontrol dia. Boleh saja ikut standar dia, namun dengan yang sudah berpengalaman juga.

Selama Saya berinvestasi, lebih banyak Saya juga memakai uang orang lain dan ini dapat menjadi leverage yang kuat untuk Anda.

Dulu, Saya menggunakan KPR. Saya membeli rumah di daerah BSD dengan harga awalnya 1,5M dan turun menjadi 1,2M. Lalu, Saya mendapatkan pembiayaan dari bank senilai 2M. Dari itu, 1,2M Saya bayarkan untuk properti dan 50 juta untuk biaya BPHTB nya, masih ada kelebihan sekitar 750 juta dan itu Saya investasikan di bisnis.

Saat itu cicilan properti yang harus Saya bayar adalah sekitar 20 juta dan penghasilan Saya dari bisnis tersebut adalah 25juta. Jadi, keuntungan bisnis itu dapat menutupi cicilan bank bahkan masih ada surplus dan itu disebut passive income.

Dalam memakai kredit bank, Anda harus memperhatikan detail cicilan dan bunganya itu berapa karena ada bank yang memakai bunga fix, flat, atau floating. Jika memakai KPR Syariah, di awal besar namun akan terus flat sampai jangka waktunya.

Saya punya satu bisnis yang cashflownya per tiga bulan. Ketika Anda menggaply ke bank dengan tujuan untuk kredit bisnis Anda, Anda dapat menegosiasikan dengan bank untuk pembayarannya mengikuti pola pendapatan dari bisnisnya. Jadi, Saya bayar cicilan juga tiga bulan sekali.

Kabar gembiranya, untuk mendapatkan pendanaan, tidak hanya tiga itu saja caranya, namun lebih banyak lagi. Ingin tahu strategi lainnya? Pelajari cara cara lengkapnya di Digital Property Masterclass.


Bagikan artikel ini

 

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *